Username Password

Lost Password
Navigation
Home
Articles
Forum
Web Links
Photo Gallery
Videos
MP3 Album
Free eBook
Software
FAQ
Search
Contact Us
Last Seen Users
EVA-0002:16:49
andyfahri 2 days
1marcelbnt 1 week
kuuki 2 weeks
hakimanil 2 weeks
anto045 2 weeks
letsmove 2 weeks
Krakatoa 3 weeks
MAHLIGAI 3 weeks
youans 4 weeks
Users Online
Guests Online: 2

Members Online: 0

Total Members: 21,129
Newest Member: oqujemy
Popular Downloads
1000 Hacker Tutorial... 34780
Radmin 3.1 11088
SQL Injection Expose... 10361
Free eBook Cara muda... 9697
1000 Photoshop Brushes 9396
Cara Mudah Membuat W... 9202
The Art of Manipulat... 8950
Ubuntu Is My Favouri... 8672
Blink 182-Neighborho... 8654
Avenged Sevenfold-Ni... 8608
Sponsor
Hosted By Dracoola
Tracklink
Locations of visitors to this page
RSS - Feeds
RSS - News
RSS - Articles
RSS - Forum
RSS - Downloads
RSS - Photo Gallery
RSS - Weblinks
8 dari 10 Browser Rentan Dibobol Hacker
Software
WASHINGTON - Sebanyak delapan dari 10 web browser yang ada di dunia maya ternyata rentan dibobol penjahat karena jarang diperbaharui.


Demikian temuan yang berhasil didapatkan para peneliti, dan dikutip okezone melalui Telegraph, Senin, (21/2/2011). Kebanyakan pengguna diklaim tidak pernah melakukan pencegahan dasar dengan menginstal patch untuk mengetahui lubang keamanan yang terdapat di browser. Hal ini secara tidak langsung akan menjadikan browser cukup rentan diserang.

Penelitian ini dilakukan oleh Qualys, perusaahaan keamanan AS. Temuan ini dilakukan setelah pemerintah memperkirakan bawah kerugian dari kejahatan kriminal mencapai 3,1 miliar euro per tahun.

Jika tidak termasuk Plug-in, keamanan di browser seperti Chrome, Firefox, Internet Explorer, Opera dan Safari, tidak terlalu rentan. Hanya 25 persen dari browser yang berhasil diuji coba pada januari lalu diklaim memiliki kelemahan yang tidak di-patch. Hal ini karena browser itu selalu diperbaharui secara otomatis.

Namun fitur plug-ins, software add-ons yang dimiliki hampir oleh semua browser untuk tambahan fitur web seperti video dan interaktif, disinyalir tidak terlalu sering diperbaharui secara otomatis sehingga membuat pengguna terancam.

Plug-in dengan target kejahatan dunia maya paling tinggi adalah Oracle, dengan presentase potensi hacking sekira 40 persen. Sedangkan Adobe Reader plug-in, yang memungkinkan pengguna melihat dokumen berformat PDF di dalam browser Windows, berada di urutan kedua dengan 32 persen potensi dan membutuhkan pembaharuan keamanan paling sering.

Apple Quicktime media player plug-in berada di urutan ketiga dengan tingkat kerentanan keamanan jaringan sekira 25 persen.

Pada Januari lalu, perusahaan jaringan raksasa Cisco mengklaim bahwa kerentanan keamanan terjadi di software Java, dan hal ini sangat menguntungkan bagi hacker yang bisa mengendalikan browser dari jara jauh dan memungkinkan penjahat dunia maya mencuri data sensitif seperti informasi akun perbankan pengguna.

Cisco juga mengatakan bahwa Java masih akan menjadi target potensial hacker karena pengguna tidak terlalu memperhatikan pentingnya mem-patch Java. Java update sendiri terakhir di-patch pada Oktober lalu dengan sekira 29 masalah kerentanan yang disebut Oracle 'sangat kritis'.

Para ahli keamanan berharap browser dan website generasi terbaru dapat membantu memecahkan masalah ini karena pengenalan HTML5 dapat diartikan, banyak fungsi yang disediakan oleh Plug-ins akan bekerja secara otomatis pada browser yang di-update. (srn)


Sumber: techno.okezone.com

Comments
No Comments have been Posted.
Post Comment
Please Login to Post a Comment.
Follow Us
Try Our Web Mobile
Becoming a Fan
Follow Us @xybrain
Our Web Mail
Paper
Latest Articles
Membuat/ Mengubah So...
Meningkatkan Volume ...
Memaksimalkan Fungsi...
Multiple Booting Win...
Instal Metasploit 3 ...
Shoutbox
You must login to post a message.

23/05/2020 07:23
Admin Link vidios di updet dunk

08/11/2019 21:39
sepi sekali Frown

19/08/2019 21:30
Alhamdulillah kabar sehat bro Victory

12/08/2019 19:07
hallo Eva-00 gmn kabarnya?lama tak besuo Smile

25/04/2019 21:44
hellow semua..

Twitter Timeline
Copyright © 2007-2016