Windows 7 'Jebol' Baterai Laptop?
Posted by faisal_malmsteen on 04 February 2010 19:35

Jakarta - Sebagian pengguna Windows 7 mengeluhkan sistem operasi tersebut menyebabkan sistem baterai laptop terganggu. Pihak Microsoft pun segera menggelar investigasi.


Extended News

Jakarta - Sebagian pengguna Windows 7 mengeluhkan sistem operasi tersebut menyebabkan sistem baterai laptop terganggu. Pihak Microsoft pun segera menggelar investigasi.

Protes di forum support Microsoft menyatakan Windows 7 'menyedot' daya baterai jauh lebih cepat ketimbang pendahulunya, bahkan membuat umur baterai menjadi lebih pendek. Beberapa lagi mengeluh Windows 7 salah mendeteksi baterai sehingga meski baterai terisi penuh, disebutkan dayanya hampir habis.

"Kami bekerja bersama para mitra untuk menemukan akar permasalahan ini. Informasi dan panduan akan diberikan di website TechNet jika sudah tersedia," demikian tanggapan Microsoft, yang dilansir InformationWeek dan dikutip detikINET, Kamis (4/2/2010).

Beberapa user meyakini hal ini adalah kesalahan deteksi semata. Namun beberapa pengguna percaya Windows 7 memang pada dasarnya sangat boros 'menyedot' daya baterai.

Seorang user bernama online 'drekila' mengklaim baterainya berkurang jauh daya tahannya meski ia sudah beralih ke sistem operasi yang lain. Sebelumnya, baterai laptopnya bermasalah kala memakai Windows 7.

Masalah ini dilaporkan menimpa beberapa laptop dari banyak merek yang menjalankan Windows 7. Tak terkecuali merek terkemuka seperti Acer, Hewlett Packard, Sony atau Samsung.

Sementara itu Microsoft membantah hal ini, dalam www.beritanet.com dikatakan bahwa

Walaupun sejumlah user sudah menggerutu soal persoalan baterai yang berkaitan dengan Windows 7, Microsoft mengatakan bahwa pihaknya sedang menguji hal tersebut. Perusahaan pembuat software terbesar itu memperkirakan mungkin ada masalah dengan beberapa model PC yang menyebabkan munculnya pesan error. Bagaimanapun, Microsoft percaya bahwa system operasi Windows 7 tersebut berjalan dengan semestinya.

Dalam posting di blog-nya, Senin (08/02), presiden divisi Windows, Steven Sinofsky, mengatakan bahwa perusahaan tersebut akan mem-follow up penelitian mengenai notifikasi pesan yang menunjukkan bahwa baterai user harus diganti, karena faktanya baterai tidak perlu diganti. “Dalam system Windows 7 dapat memberikan peringatan lemah atau rusaknya baterai, namun Windows 7 salah memberi laporan status baterai.” ungkap Sinofsky.

Ia menambahkan bahwa pesan error tersebut masih baru untuk Windows 7, sehingga user perlu untuk upgrade Windows 7, yang mungkin sebelumnya tidak tertampil. Walaupun banyak complain, Sinofsky belum melihat Windows 7 menyarankan apapun kecuali system yang benar-benar mengidentifikasi baterai yang bekerja tidak normal (underperforming). Sinofsky mengatakan masalah itu hanya terjadi di sejumlah prosentase user

Sumber: detik.com & beritanet.com