Username Password

Register Here || Lost Password
View Thread
Explore Your Brain » Share Your Knowledge - Info - News - Etc Here » Out Of Topic
Erotomania
Username
Password
Register FAQ Members List Today's Posts Search

Print Thread

27-02-2010 10:51 AM Erotomania
User Avatar

Ralaz
Genin Senior


Posts: 67
Joined: 18.05.09
Location: Somewhere In Time
Age: 28
Erotomania: The Deal

Erotomania berasal dari bahasa Yunani, eros, yang artinya cinta, serta manic yang artinya berlebihan. Jadi, arti harfiahnya adalah cinta yang berlebihan. “Erotomania memang sebuah penyakit kejiwaan yang membuat seseorang merasa bahwa orang lain jatuh cinta kepadanya”, ujar Muhammad Faizal, Psi. “Ia sangat yakin bahwa dirinya begitu dicintai, walaupun kenyataannya tidak seperti itu.” Seorang erotomaniak memiliki pemikiran bahwa ia bisa memiliki kontak batin dengan seseorang. Dalam ilmu kejiwaan, erotomania merupakan gangguan yang dipengaruhi oleh delusi atau isi pikiran yang tidak sesuai dengan kenyataan. Umumnya, penderita erotomania jatuh cinta dengan orang yang memiliki status sosial lebih tinggi dari dirinya, misalnya selebriti, politikus terkenal atau public figure lain. Namun orang-orang biasa pun bisa menjadi objek seorang erotomaniak. Objeknya pun kadang tak cuma satu, tapi banyak dalam waktu yang bersamaan. Dalam tahap yang parah, erotomaniak tak perlu kontak langsung dengan seseorang untuk menyangka orang itu jatuh cinta padanya. Ia bisa saja mengagumi seorang aktris di televisi, dan menganggap semua yang dikatakan sang aktris di televisi ditujukan pada dirinya. Ia pun merasa diperhatikan, dan menganggap sang aktris jatuh cinta padanya.

The Beginning of the Sickness

Tahap awal erotomania agak tumpang tindih dengan sifat Gede Rasa pada umumnya. “Memang bedanya sangat tipis antara seorang erotomaniac, narcistic, dan dengan orang yang memiliki kepercayaan diri kelewat tinggi alias GR,” kata Faizal lagi. Anda akan sulit membedakan, mana yang menderita erotomania dan mana yang cuma kegeeran saja. Jika sekadar merasa GR, semua orang juga pernah mengalaminya. Yang membedakan adalah, bila sekedar GR saja, Anda akan cepat melupakannya. Sementara, seorang penderita erotomania akan terus memupuk pikiran dan perasaannya sedalam mungkin. Fantasinya berkembang terus, sampai ia yakin bahwa orang itu adalah pasangan hidupnya dan mereka seharusnya hidup bersama sehidup semati. Ngeri, ya?

Kenapa seseorang bisa menderita penyakit ini? “Kurangnya perhatian yang diterima semasa kecil bisa jadi penyebab utama,” ucap psikolog yang berpraktek di LPT UI, Salemba ini. “Namun sering gagalnya seseorang dalam membina hubungan bisa jadi memperkuat timbulnya penyakit ini. Selain itu, bila ketika masa kecil seseorang merasa dirinya adalah seorang loser, hal itu juga bisa pemicu penyakit jiwa ini.”

Bree, seorang wanita yang pernah mengidap erotomania tingkat rendah, mengatakan, waktu remaja hubungan cinta yang dijalinnya kerap gagal. “Rasanya tak ada seorang pun yang memahami saya. Tapi saya tak kapok merasa jatuh cinta. Saya masih yakin pria disekeliling saya masih mencintai diri saya walau mereka tak mengucapkannya secara langsung.”

Penderita erotomania, terutama sampai pada tahap gangguan kejiwaan akut, tidak bisa disembuhkan hingga normal sepenuhnya. Namun bila penyakit ini belum sampai pada tahap ekstrem, penderita masih bisa disembuhkan dengan menggunakan behaviour cognitive therapy. Terapi ini dipakai untuk meruntuhkan ide-ide bahwa dia dicintai oleh orang-orang tertentu. Kemudian fantasinya dikembalikan pada realita. Bila terlalu parah, bisa juga dibantu dengan bantuan obat-obatan medis, seperti antidepresan supaya lebih tenang.

The Romantic Syndrome

Bila kita bicara mengenai erotomania, maka kita bicara dalam konteks romantic love atau romantisme, bukannya dalam konteks seksual. Yang perlu Anda ketahui, penderita erotomania tidak pernah berpikir secara seksual terhadap objeknya. Ia percaya bahwa suatu satu saat nanti ia akan memiliki momen-momen romantis bersama objeknya. “Walau kami tidak pacaran, saya kerap berpikir kalau suatu hari nanti dia akan mengajak saya pergi ke restoran mewah untuk candle light dinner, atau mengirimkan saya karangan bunga setiap hari. Saya bahkan berpikir bahwa kelak dia akan menikahi saya,” ujar Kinan, 25, penderita erotomania yang lain .

Penderita erotomania berpikir bahwa objeknya punya pikiran yang sama dengan dirinya. Jadi, dalam benak si erotomaniak, mereka telah melakukan komunikasi walaupun dengan cara yang tidak langsung. Tapi untungnya, pengidap erotomania tidak mengarah pada hal yang bersifat seksual. Buat seorang erotomaniak, semua orang yang bersikap baik pada dirinya berarti jatuh cinta dengan dia.

Mengapa kaum wanita bisa terjebak ke dalam penyakit ini? “Karena wanita secara naluriah senang merasa dibantu,” sahut Faizal. “Sifat alami wanita yang lebih peka dan sensitif membuat mereka merasa membutuhkan bantuan, walau tak mengungkapkannya secara eksplisit.”

Penyakit ini sesungguhnya tidak bisa kita hindari, karena jatuh cinta adalah hal yang manusiawi. Namun, orang yang normal bisa mengendalikannya. Sedangkan untuk orang yang rentan kondisi kejiwaannya akibat masa kecil yang tidak menyenangkan, misalnya, perasaan ini terus berkembang dan jadi membabi-buta bila tak segera ditangani dengan benar.

Para erotomaniak akan berusaha melakukan komunikasi dengan objeknya. Bisa dengan cara mengirim surat atau e-mail, menelepon, atau bahkan mengirim berbagai macam hadiah. Erotomaniak berada pada tahap akut bila ia sudah tidak bisa membedakan antara khayalan dan kenyataan. Satu kasus yang parah, ada penderita erotomania yang tak bisa menerima bahwa objeknya itu mencintai dan menikah dengan orang lain. Ia pun lalu melakukan tindakan-tindakan kriminal, seperti menguntit, meneror, dan yang paling ekstrem adalah membunuh.

Erotomania atau biasa dikenal dengan sebutan de Clerambault’s syndrome merupakan suatu bentuk gangguan kepribadian dimana para penderitanya memiliki keyakinan yang merupakan waham bahwasanya ada seseorang, biasanya yang memiliki status sosial lebih tinggi (selebritis, bintang rock, orang terkenal, wanita sosialita, bos, dll), memendam perasaan cinta kepada si penderita, atau mungkin memiliki suatu bentuk hubungan intim. Gangguan kepribadian ini, rata-rata penderitanya adalah kaum pria.

Pertama kali ditelaah oleh psikiater asal perancis yang bernama Gaetan Gatian Clerambault, yang menyusun sebuah makalah yang membahas tentang gangguan kepribadian macam ini pada tahun 1921. walau referensi awal yang sejenis dengan gangguan ini telah ada dalam tulisan Hipokrates, Erasistratus, Plutark, dan Galen. Dalam dunia psikiatri sendiri referensi sejenis ini telah ada pertama kali dalam tahun 1623 dalam sebuah risalah berjudul Maladie d’amour ou melancolie erotique yang ditulis oleh Jacques Ferrand, dan juga disebut sebagai “old maid’s psychosis”, “erotic mania” dan “erotic self-referent delusions” sampai kemasa sekarang dimana disebut sebagai bentuk dari Erotomania atau de Clerambault’s Syndrome.

Inti utama dari bentuk sindrom ini adalah si penderita memiliki suatu waham atau delusi keyakinan bahwa ada orang lain, yang biasanya memiliki status sosial yang lebih tinggi, secara sembunyi-sembunyi memendam perasaan cinta kepadanya. Para penderita selalu yakin bahwa subjek dari delusi mereka secara rahasia menyatakan cinta mereka dengan isyarat halus seperti bahasa tubuh, pengaturan perabot rumah, atau dengan cara lain yang kemungkinan tidaklah mungkin (jika yang menjadi sasaran adalah seorang public figure maka akan diartikan secara salah oleh penderita, terhadap sesuatu yang tertulis dalam media massa tentang orang tersebut). Sering kali orang yang menjadi objek dalam delusi, hanya memiliki sedikit sekali hubungan atau bahkan tidak berhubungan sama sekali dengan sang penderita. Walau demikian sang penderita tetap percaya bahwa sang objek-lah yang memulai semua hubungan khayal itu. Delusi Erotomania sering ditemukan dalam sebuah gejala awal dari sebuah gangguan delusional atau dalam konteks Skizofrenia.

Terkadang subjek yang berada dalam delusi tidaklah pernah ada dalam dunia nyata, namun yang lebih sering terjadi, subjek adalah publik figur seperti penyanyi terkenal, aktor, aktris, politikus, selebritis, dll. Erotomania juga disebut-sebut sebagai suatu penyebab perilaku Stalking yaitu suatu bentuk perilaku memperhatikan orang lain tanpa sepengetahuan orang yang diperhatikan, lalu perlahan melakukan suatu upaya pendekatan yang bersifat mengganggu, biasanya dengan obsesi bahwa korban adalah orang yang perlu ditolong atau bahkan dimusnahkan. Selain itu, Erotomania juga disebut sebagai penyebab dari bentuk suatu tindakan yang mengganggu orang lain.

Percobaan pembunuhan terhadap Mantan Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan oleh John Hinckley, Jr. dilaporkan telah diakibatkan oleh erotomania yang diderita Hinckley, yang merasa bahwa artis Jodie Foster akan membeberkan kepada publik bahwa ia cinta kepadanya setelah ia membunuh sang presiden. Hinckley sendiri terbebas dari jeratan hukum karena didiagnosa memiliki gangguan jiwa (skizofrenia).

Berikut adalah daftar beberapa artis yang menjadi korban akibat orang-orang yang menderita gangguan kepribadian tersebut:

Linda Ronstadt
David Letterman
Madonna
Barbara Mandrell
Ronald Reagan
Steven Spielberg

Sumber:
http://www.helium...erotomania
http://psychology...Erotomania
http://cetrione.b...mania.html
 
Offline
Jump to Forum:
Forum powered by fusionBoard
Share this Thread
URL:
BBcode:
HTML:
Copyright © 2007-2016